Strategi yang sukses selalu dimulai dari informasi yang akurat. Dalam sesi kali ini, program Bimbingan Konseling bapak Novian Andhi Nurcahyo, S.Pd. menghadirkan narasumber berkompeten untuk memberikan gambaran mengenai apa yang menanti para siswa kelas XII setelah lulus dari SMK TI Airlangga. kegiatan sosialisasi bertajuk “Bincang Karier: Melangkah Pasti Menuju Dunia Kerja dan Kampus Impian” pada Senin, 27 April 2026. Acara berlangsung pukul 08.30-12.00 WITA ini ditujukan bagi siswa kelas XII untuk memberikan gambaran nyata mengenai langkah yang harus diambil setelah lulus SMK.
Acara dibuka dengan sambutan hangat sekaligus motivasi dari Kepala SMK TI Airlangga bapak Muhammad Yani, S.Kom., M.T.I. Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa "kesiapan mental dan wawasan yang luas adalah kunci utama bagi siswa kelas XII dalam menghadapi fase kehidupan berikutnya. Beliau berharap melalui sosialisasi ini, para siswa tidak lagi merasa bimbang dalam menentukan pilihan hidup, apakah akan langsung terjun ke dunia kerja atau melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Lebih lanjut, Bapak Muhammad Yani juga menggarisbawahi pentingnya menyusun portofolio yang kuat sejak dini sebagai modal utama dalam persaingan di dunia kerja profesional".
Narasumber yang pertama bapak Suryadi SM, SE, MM dari Dinas Tenaga Kerja Kota Samarinda terkait kesiapan memasuki dunia kerja. Dalam materinya, beliau mengupas tuntas berbagai pilihan karier pasca-kelulusan, mulai dari dunia kerja, prosedur dan syarat melamar pekerjaan, hingga pentingnya mengikuti pelatihan kerja serta sertifikasi kompetensi. Selain itu, beliau juga memberikan edukasi mengenai risiko sosial dan ekonomi terkait pernikahan di usia muda.
Sesi kedua dan ketiga terkait pengenalan dunia perguruan tinggi, menghadirkan dua alumni inspiratif SMK TI Airlangga yang kini tengah menempuh studi di Universitas Mulawarman, yaitu Ricky Tanzil Pratama (Alumni 2022) dan Reva Aleyda (Alumni 2023). Dalam paparannya, Ricky Tanzil menekankan bahwa bangku perkuliahan bukan sekadar sarana mengejar gelar, melainkan investasi jangka panjang untuk memperluas jaringan (networking), membangun relasi, serta meningkatkan pola pikir (mindset) dan keterampilan. Ia juga menjelaskan perbedaan signifikan antara sistem belajar di SMK yang cenderung terstruktur dengan dunia kampus yang menuntut kemandirian serta inisiatif tinggi dari mahasiswa.
Sementara itu, Reva Aleyda membagikan pengalaman inspiratifnya saat menjalani masa gap year sebelum akhirnya melanjutkan studi di Universitas Mulawarman. Reva memberikan tips praktis mengenai persiapan tes UTBK SNBT serta strategi efektif bagi mahasiswa dalam menyeimbangkan antara prestasi akademik dan aktif berorganisasi di lingkungan kampus.
Kegiatan ini bukan sekadar seminar satu arah. Di Ruang Serbaguna SMK TI Airlangga, para siswa didorong untuk menyusun rencana setelah lulus, memastikan apakah impian yang dikejar sejalan dengan realitas industri, serta menanyakan hal-hal teknis yang belum terjawab.
Harapan dari Bincang Karir ini seluruh siswa SMK TI Airlangga mampu melangkah dengan percaya diri, membawa bekal pengetahuan yang matang, dan siap menaklukkan tantangan di dunia kerja maupun kampus impian di perguruan tinggi.
"Masa depan adalah milik mereka yang mempersiapkannya hari ini".
0 Komentar