10 Juni 2008

SMK TI Airlangga Jawara Lomba Lintas Hutan Fahutan Unmul 2008

SMK TI Airlangga akhirnya keluar sebagai juara Lomba Lintas Hutan yang diselenggarakan Fakultas Kehutanan dan Pusat Penelitian Hutan Tropis (PPHT) Universitas Mulawarman di Hutan Pendidikan dan Penelitian Bukit Soeharto, 8 Juni 2008 lalu. Sementara Andi Mukhlis mampu menjadi yang tercepat berlari di hutan, mengalahkan 17 peserta lari lainnya.

Sementara Juara II dan III Lomba Lintas Hutan masing-masing adalah Wamapala Unikarta A dan Greempanks II. Sedangkan Juara II, III dan Harapan I, II, dan III masing-masing adalah Rusdianto Nurdin, Upitius, Oktavio Tectona, Naseruddin dan Fahmi.

Pengumuman pemenang dan pembagian hadiah Lomba Lari dan Lintas Hutan tersebut dilakukan di Gedung PPHT Unmul, kampus Gunung Kelua Samarinda, akhir pekan tadi. Acara pembagian hadiah yang dilaksankan malam minggu tersebut juga dihadiri oleh Pembantu Rektor I Unmul Prof Dr H Maman Sutisna, Dekan Fahutan Unmul Prof Dr H Sipon Muladi dan Kepala PPHT Unmul Dr Chandradewana Boer.

"Memilih pemenang lomba lari lebih mudah dibandingkan lomba lintas hutan. Karena siapapun peserta yang duluan sampai di finish akan menjadi juara lari. Sementara juara lomba lintas hutan harus mempertimbangkan ketepatan waktu, kekompakan tim dan kemampuan menjawab pertanyaan yang diberikan pada setiap pos," terang Ketua Panitia Lomba, Dadang Imam Ghozali MP saat memberikan sambutannya pada acara tersebut.

Menurut Dadang, lomba yang dilaksanakan untuk mempromosikan keberadaan HPPBS Unmul tersebut diikuti oleh 18 orang pelari dan 30 regu LLA. "Kalau Lomba Lari dan Lintas Alamnya hanya di sekitar kota sih sudah biasa, tapi kalo melintasi hutan justru itu yang luar biasa. Bahkan tidak semua orang bisa lari secepat-cepatnya di hutan tanpa tersesat," tambahnya seraya menyebutkan ada peserta lari yang sebenarnya lebih cepat larinya, namun gagal menjadi juara lari hanya karena tersesat di hutan.

Kepala PPHT Unmul, Chandradewana Boer dalam sambutannya menjelaskan Lomba Lari dan Lintas Hutan merupakan program rutin yang dilaksanakan PPHT Unmul untuk lebih memperkenalkan Bukit Soeharto sebagai hutan pendidikan dan penelitian Fakultas Kehutanan Unmul. "Lomba Lintas Hutan telah dilaksanakan untuk ketiga kalinya, sementara lomba lari baru dilakukan tahun ini. Ide membuat lomba lari ini muncul saat PPHT Unmul berkunjung ke Malaysia. Di sana ada lomba lari melintasi hutan, cuma bedanya medannya tidak sama dengan di Bukit Soeharto," terang Chandra seraya menceritakan pengalamannya melihat lomba lari di negeri jiran tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fahutan Unmul Sipon Muladi mengajak pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum untuk lebih mengenal dan peduli terhadap kondisi hutan, khususnya di Kaltim. "Dengan mengenal hutan lebih dekat, kita dapat mengerti apa dan bagaimana kondisi hutan itu sebenarnya," terang Sipon.

Sipon juga menjelaskan bahwa peluang bekerja di bidang kehutanan masih terbuka luas. Hal tersebut tentunya berbeda dengan opini yang berkembang di masyarakat saat ini menyangkut kondisi hutan yang semakin kritis. "Masyarakat banyak yang berpikir bahwa peluang kerja di kehutanan sudah semakin sempit lantaran hutan sudah rusak. Padahal justru lowongan untuk sarjana kehutanan semakin besar, khususnya untuk kegiatan penanaman dan pembinaan hutan," jelasnya sembari mengajak masyarakat mulai memikirkan kegiatan penghijauan hutan dibandingkan eksploitasi kayu sebagai salah satu produk hutan.

Sementara Rektor Unmul yang diwakili Pembantu Rektor I Maman Sutisna pada kesempatan tersebut mengaku mendukung semua kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan hutan lebih dekat ke masyarakat. "Tak kenal maka tak sayang. Kenali hutan dulu untuk bisa lebih menyayangi," kata Maman singkat sembari mengucapkan selamat kepada para pemenang lomba lari dan lintas hutan HPPBS Unmul.

Setelah sambutan, acara pembagian hadiah pun dilanjutkan dengan aksi teaterikal dari Komunitas Kerudung Perawan berjudul Menyesal. Aksi teater ini menceritakan tentang penyesalan warga masyarakat yang telah percaya janji-janji pengusaha yang justru membuat hutan gundul dan murka kepada masyarakat. Aksi tersebut pun mendapat sambutan hangat dari para peserta lomba. Selain aksi teaterikal, panitia pun memberikan hiburan tambahan kepada peserta dengan menghadirkan "Iwan Fals"-nya Samarinda yang lebih dikenal dengan nama Paman Doblang, yang memukau peserta dengan lantunan lagu-lagunya Iwan Fals.

Acara puncak yang memang ditunggu-tunggu adalah pengumuman dan pembagian hadiah kepada para pemenang. Pemenang lomba mendapatkan piala dan bingkisan serta uang tunai. Juara I, II dan III lomba lari masing-masing mendapatkan uang tunai senilai Rp 3 jt, Rp 2 jt dan Rp 1 jt, sementara juara harapan mendapatkan uang tunai senilai Rp 500 ribu. Sedangkan juara lomba lintas hutan memperoleh uang tunai senilai Rp 5 juta untuk juara I, Rp 3 juta untuk juara II dan Rp 2 juta untuk juara III.