08 April 2009

Pengalaman Ikut "WORKSHOP JURNALISTIK"

Ikut workshop jurnalistik itu asyik. Persepsi utama pasti boring soalnya pasti cuman materi doank. Tapi ternyata persepsi itu salah besar. Tapi sebaliknya. Disana kita bisa dapat teman baru dari sekolah lain maupun siswa SMAN 2 sendiri sebagai tuan rumah. Kita bisa berbagi ilmu satu sama lain, bertukar pikiran tentang jurnalistik dan mading di sekolah masing - masing. Pesertanya ada dari SMAN 11, SMAN PGRI, MAN 2, SMAN KATHOLIK, SMK TI AIRLANGGA, dan SMAN 2 sendiri..

Tentang materi, yang diajarkan tentang jurnalistik pastinya. Bagaimana etika dalam wawancara, pengertian dari jurnalistik itu sendiri, mading dan pengelolaannya, dan masih banyak lagi.

Ada beberapa poin penting dari jurnalistik itu sendiri. Prinsip dari jurnalistik itu sendiri terdiri dari 5W 1H. Wawancara itu adalah modal dalam berita.. Seorang jurnalist harus bisa menempatkan posisi sesuai tempatnya saat wawancara. Misal mewawancarai seorang menteri berbeda dengan mewawancarai seorang tukang sate. Dan bahasa yang digunakan sudah jelas berbeda.

Mewawancarai seseorang harus disesuaikan dengan kondisi. Jangan sampai mewawancarai orang yang sedang emosi. Harus selektif dalam penyajian data untuk mengantisipasi dalam kesalahan penyajian berita. Dalam berita, sub judul berfungsi untuk memperkuat judul.

Etika seorang jurnalist sangat penting. Tidak boleh beritikad buruk terhadap seseorang. UU Pers No.40 tahun 1999 memperbolehkan merahasiakan informan (nama). Dan masih banyak lagi ilmu tentang jurnalistik yang asyik untuk dikaji lebih dalam. Kita juga diajarkan tentang cara pengelolaan mading yang baik dan menarik tentunya. Dan ada juga beberapa poin penting. Merekrut anggota pengurus mading haruslah orang yang memiliki niat, semangat, serta kemauan untuk berkreasi dan berinovasi untuk membuat sesuatu yang baru. Buanglah persepsi bahwa mading hanya berisi cerpen, puisi, artikel, dsb. Mengapa tidak mencoba membuat mading sekolah menjadi sarana informasi bagi siswa seperti koran yang up to date setiap hari.

Berita yang layak untuk ditampilkan adalah berita yang mampu membuat sensasi. Mading yang mampu bertahan lama adalah mading yang pengelolaannya lebih kreatif dan mandiri serta mampu menyalurkan aspirasi dan daya kreasi siswa. Bahasa yang digunakan pun harus menarik dan mampu mengundang minat siswa untuk terus membacanya.

Yang terpenting adalah mading harus menarik, kreatif, inovatif, mandiri, up to date, dan mampu menjadi sarana informasi bagi siswa.

Disana, setelah menerima materi kita langsung mempraktekannya. Kita dibagi beberapa kelompok lalu diperintahkan untuk membuat berita lalu membacanya di depan dan dikomentari teman - teman yang lain. Yach, semacam diskusi terbuka. Setelah itu, kita juga membuat mading dalam waktu 45 menit. Bayangkan membuat mading dalam waktu yang singkat. Tapi kami semua dapat menyelesaikannya dengan baik. Dan hasilnya pun, memuaskan. Dari sini kita dapt mengambil hikmah bahwa membuat mading yang up to date itu bukanlah hal yang sulit jika kita memiliki kemauan yang keras untuk membuat inovasi baru dan juga kerjasama tim yang baik. Itulah poin yeng terpenting dalam kepengurusan mading.

Dan kita juga bisa mengambil contoh dari SMAN 2. Bagaimana kemandiriannya dalam mengelola mading. Mereka bekerja sama dengan telkomsel yang membantu mereka dalam mengelola mading.."Kalau mereka bisa mengapa kita tidak??"

By : Peserta Workshop
1. Riska Tri Wulandari
2. Siti Al-Makiyah