05 Mei 2009

36 Pelajar SMK Kaltim Berlaga di Jakarta

Sebanyak 36 pelajar SMK se-Kaltim bakal berlaga dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Nasional di Jakarta, 20-25 Mei 2009. Seleksi LKS tingkat provinsi sudah dilaksanakan di Balikpapan, pada 13-16 April lalu. Para jawara LKS tingkat provinsi ini berhak mewakili Kaltim dalam ajang serupa tingkat nasional.

Peserta LKS tahun ini banyak didominasi siswa asal Balikpapan dan Samarinda, selebihnya berasal dari Bontang, PPU, Tarakan, Tanah Grogot dan Tenggarong. Para pelajar yang terpilih bakal berkompetisi dalam 34 cabang yang dilombakan.

"Target kami meraih 10 besar dalam ajang LKS tingkat nasional kali ini," kata H Suparman, Kabid Pembinaan SMK dan Dikti didampingi Muhammad Syapri, Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Dinas Pendidikan Kaltim, Senin (4/5). Tahun lalu, Kaltim hanya mampu menduduki urutan ke-11 dalam ajang bergengsi LKS tingkat nasional. Untuk meraih posisi 10 besar, setidaknya Kaltim harus mengumpulkan minimal enam medali emas.

"Saingan kami masih para pelajar dari Jawa. Namun, siswa kami masih unggul dari Sumatera dan Sulawesi jika berkaca dari pelaksanaan LKS tahun-tahun sebelumnya," lanjutnya. Kaltim berharap meraih emas pada cabang-cabang unggulan, diantaranya web design, otomotif, kimia industri dan autocad building. Selain itu, cabang sekretaris dan accounting juga menjadi andalan Kaltim.

"Tahun lalu, siswa kami meraih juara pertama nasional lewat cabang accounting dan juara dua dari cabang sekretaris. Hingga beberapa kalangan pendidik bilang saat itu kalau mau mendalami accounting, belajarlah dari Kaltim," ucap Syapri.

Prestasi terbaik pernah dicetak Kaltim pada ajang LKS tingkat nasional. Kaltim pernah meraih juara umum pada 1996 dan berada di posisi ketujuh tahun 2007 silam. SMK TI Airlangga Samarinda mengirimkan dua perwakilan pelajarnya lewat cabang Web Design dan Graphic Design Technology. Sekolah ini termasuk sering mecetak generasi bibit unggul di bidang teknologo informasi.

"Dua siswa kami mewakili Kaltim dalam ajang LKS tahun ini. M Riski Hajar mewakili cabang Web Design dan Misdinia lewat Graphic Design Technology. Kami berharap kedua pelajar kami ini dapat menyabet prestasi bergengsi," kata Sigit Sigalayan, Direktur Airlangga Samarinda. Para jawara LKS tingkat nasional bakal mendapat dana stimulan bakat prestasi baik dari APBN maupun APBD Provinsi.

Sering Dapat Tawaran

LOMBA Kompetensi Siswa (LKS) tingkat SMK ini merupakan ajang prestisius dimana para pelajar berkompetisi menunjukkan kemahiran mereka lewat beberapa cabang keahlian yang dilombakan. Bahkan, Kaltim sendiri sering mendapatkan tawaran untuk melaksanakan ajang bergengsi dari pusat.

"Kami sering menerima tawaran dari pusat untuk menggelar LKS tingkat nasional di Kaltim. Kami hanya masih menimbang-nimbang. Karena kami tidak mau nantinya dianggap sekedar mencari popularitas, cari muka atau ambisi meraih juara umum," tukas Syafruddin Pernyata, Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, Senin (4/5).

Sebetulnya, kata Syafruddin, ini tawaran menarik karena masyarakat khususnya para pelajar bisa belajar dan melihat langsung kemahiran mereka dalam kompetisi LKS ini. Dikemukakan, Kaltim sendiri memiliki tempat yang representatif untuk pelaksanaan LKS ini.

"Kita memiliki Stadion Sempaja. Tempat ini sangat memadai untuk pelaksanaan LKS tingkat nasional," lanjutnya. Selama ini, ajang LKS tingkat nasional kerap digelar di Pekan Raya Jakarta (PRJ) dan Bandung. Kegiatan ini sekaligus sebagai ajang promosi keberadaan SMK, khususnya Kaltim.

"Kita memiliki SMKN 1 Bontang yang membuka jurusan Kimia Industri dan Tehnik Industri. Sekolah ini menjadi salah satu dari empat SMK se-Indonesia yang memiliki program kimia industri. Bahkan, pelajar SMKN 1 Bontang berasal dari luar Kaltim," jelas Syafruddin.

Terkait anggaran LKS ini, menurut Syafruddin, bukan jadi soal. "Kami sanggup saja menggelar LKS tingkat nasional ini, paling-paling cuma butuh anggaran Rp 10 miliar," katanya.

Sumber:
Tribun Kaltim Online
Senin, 4 Mei 2009 | 23:36 WITA
http://www.tribunkaltim.co.id/read/artikel/28782