10 Maret 2010

Game Nusantara Online Target 100 Ribu Gamer Asia Tenggara

Game Nusantara Online nantinya tak hanya bisa dimainkan oleh gamer dari Indonesia, namun juga oleh para gamer di Asia Tenggara. Targetnya ada 100 ribu orang di seluruh kawasan itu yang bisa memainkan game buatan bangsa kita dalam waktu bersamaan. Ini merupakan suatu bukti bahwa game buatan lokal pun akan bisa menembus dunia internasional. Game ini kelak akan ikut dikembangkan oleh para siswa SMK se-Indonesia dibawah koordinasi Seamolec.

Demikian dituturkan Heru Nugroho, Managing Director Nusantara Online, di sela penandatangan nota kesepakatan antara pihaknya dengan Seamolec di kampus Universitas Terbuka, Tangerang, Selasa (9/3/2010).

Ekspansi Nusantara Online alias Nusol (www.nusol.web.id) ke kawasan Asia Tenggara bisa terwujud berkat kerjasama dengan Seamolec (South East Asean Minister of Education Organization Regional Open Learning Center).

"Lewat Seamolec, Nusol bisa dijual ke Asia Tenggara. Imbal baliknya, Nusol akan bantu share ilmu ke Seamolec lewat program pendidikan jarak jauh dengan game online," kata Heru.

Seamolec yang merupakan organisasi nirlaba bentukan para Menteri Pendidikan seluruh negara ASEAN untuk mengembangkan sektor pendidikan terbuka dan jarak jauh, memiliki jaringan koneksi di seluruh kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

"Pihak Seamolec bahkan meminta Nusol tak hanya dimainkan dengan Bahasa Indonesia saja, namun juga dikembangkan ke Bahasa Inggris, Kamboja, serta Vietnam. Nanti mereka yang menyiapkan penerjemahnya," kata Heru kepada detikINET.

Meski dari sisi bisnis dianggap belum terlalu diperlukan, namun Heru sendiri tidak keberatan dengan permintaan itu. Bahkan, untuk memperluas ekspansinya hingga bisa dimainkan banyak orang, ia rela merogoh kocek dalam-dalam untuk menambah infrastruktur.

"Sekarang server kami baru ada 12, enam di Telkom, tiga di Melsa, dan di Seamolec untuk tahap awal tiga dulu. Sampai akhir tahun ini minimal target kita bisa sediakan 30 server," jelas Heru.

Game yang dikembangkan sejak empat tahun lalu ini, bisa menjadi cikal bakal tumbuh kembangnya industri kreatif dalam negeri untuk berkibar di dunia internasional.

"Saat ini saja ada 22 game online asing buatan Korea, Jepang, Amerika Serikat, Jerman, India, dan China yang dimainkan gamer Indonesia. Sekarang saatnya kita mengimbangi mereka dengan game buatan sendiri," tukas Heru.

Game Nusol yang bergenre Massively Multiplayer Online Role Playing Game (MMORPG) ini bercerita tentang petualangan tokoh-tokoh heroik yang menjadi legenda di Indonesia. Para gamer bisa menjadi tokoh apa saja di situ sesuai dengan keinginannya.

Awal cerita diciptakannya game ini tak lain karena rasa keprihatinan Heru melihat terkikisnya rasa nasionalisme sang anak yang lebih kenal sosok tokoh legenda dan pahlawan dari negara lain dibanding sosok seperti Gajah Mada, Hayam Wuruk, dan lainnya.

"Anak saya tahu tokoh legenda negara lain dari game online. Sedangkan dia tahunya Gajah Mada dan Hayam Wuruk itu nama jalan. Ini memprihatinkan. Itu sebabnya saya mulai beralih membuat game ini. Mudah-mudahan akan lebih banyak lagi yang bikin seperti ini," ujarnya.

Upaya yang dilakukan mantan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) ini memang patut diacungi jempol. Selain membuat game untuk belajar sejarah leluhur Indonesia, ia pun berencana mengembangkan game yang bersifat edukasi.

"Dengan demikian, pelajar bisa bermain tanpa sadar sedang belajar. Itu membuat saya ingin membuat game edukasi seperti Matematika, Fisika, dan lainnya," pungkas dia.

Ide ini disambut baik oleh Gatot Hari Priowirjanto, Direktur Seamolec. Menurutnya, Seamolec siap membantu segala kebutuhan yang diperlukan. "Kami bisa menjadi hub yang menyalurkan ke seluruh Indonesia, bahkan ke Asia Tenggara," tandasnya. ( rou / faw )