04 Desember 2015

Prakerin ala SMK TI Airlangga, Bikin Program Solusi Bisnis Hingga Troubleshooting

Apa yang dilakukan siswa-siswi praktek kerja industri (prakerin) SMK TI Airlangga ini patut diapresiasi. Betapa tidak, usia mereka masih belasan. Namun, kala terjun di dunia kerja lewat prakerin, mereka mampu bekerja selayaknya karyawan sunguhan. Bahkan ada yang berinovasi membuat terobosan cerdas. Inovasi itu tak sebatas ide, namun diaplikasikan di tempat mereka melaksanakan prakerin.

Karena itulah mengapa, rata-rata perusahaan yang ditempati prakerin menawarkan pekerjaan selulus SMK. Itulah yang membedakan, pelajar SMK TI Airlangga dengan pelajar di SMK yang lain.  “Pencapaian siswa kelas XI ini tak lain karena struktur kurikulum yang tepat dan bimbingan maksimal dari para guru. Ditunjang fasilitas dan budaya sekolah yang baik agar para siswa dapat memaksimalkan potensinya,” kata Sigit Sigalayan, Kepala SMK TI Airlangga.

Sebagai sekolah Vokasi maka Prestasi siswa SMK yang sesunguhnya bukan hanya dilihat dari nilai rapor, namun hasil karya dan keterampilan mereka. Karena itu, prakerin penting dan jadi ukuran menilai sekolah itu bagus atau tidak. Jangan salah, industri tidak begitu saja menerima siswa prakerin.

Sederet proses pun dilalui. Mulai dari siswa mengikuti program pembekalan soft skill selama satu bulan di sekolah, membuat curriculum vitae, berisi kemampuan dan spesifikasi keterampilan siswa.

Dari sini mitra industri akan mendapat gambaran si calon siswa yang akan prakerin ini. Saat terjun prakerin, siswa SMK TI Airlangga lebih siap, dan “Mereka cepat sekali menyesuaikan diri dengan lingkungan dan tempat kerja, siswa akan berada di lokasi industri selama 5 bulan.

Dengan durasi yang cukup panjang ini diharapkan siswa dapat memperoleh manfaat dan pengalaman yang cukup. Prakerin adalah proses belajar formal diluar kelas, hampir satu semester mereka berada di dunia kerja, oleh karenanya kamipun menugaskan guru pembimbing sekolah untuk terus mengawal proses prakerin ini dengan sungguh-sungguh. Satu guru akan mengawal 10 siswa prakerin,” ucap Sigit.

Menurut Dwi Yuli Susanti Pj. Prakerin dan Hubungan Kerjasama SMK TI Airlangga, tahun ini yang menonjol misalnya, siswa prakerin SMK TI Airlangga jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) prakerin di salah satu bank, mereka membuat program ticketing rekening, pendataan pengambilan buku rekening, dan sistem inventory , menjadi sangat menarik karena program yang mereka buat telah di uji dan di implementasikan di Bank tersebut sebagai program pendukung layanan.

Sementara siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan prakerin PT Telkom. Mereka sudah mampu membuat pointing, pasang antenna wifi, troubleshooting jaringan.

Lain halnya siswa di jurusan Multi Media (MM) yang melaksanakan prakerin di salah satu percetakan bonafid di Samarinda. Karena kemampuanya dalam hal desain grafis, ia kini dipercaya menjadi desainer utama, serta operator mesin produksi.

Tak hanya swasta, di instansi pemerintah, siswa SMK TI Airlangga pun menunjukkan karyanya. Di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Samarinda misalnya, mereka diminta membantu membenahi layanan online. Sementara di Dinas perhubungan Samarinda, siswa SMK TI dipercaya mengoperasikan videotron. Lain lagi cerita di PDPAU kota Samarinda, siswa kami telah mampu memberikan solusi bisnis terhadap proses pendataan keluar masuk kontainer dan gudang.

Atas hasil karya mereka inilah, tak heran rata-rata tempat prakerin memberi nilai 100 dari 7 kriteria penilaian. Suatu hal yang patut dibanggakan, karena hasil karya siswa SMK TI Airlangga ini bisa disetarakan dengan hasil karya mahasiswa di jurusan TI. Ini bukti keberhasilan kurikulum SMK TI Airlangga yang mengacu pada link and match dengan dunia kerja. Bagi tim kami yang cukup membuat kami bangga adalah apresiasi dan kepercayaan dari para mitra terhadap siswa prakerin kami.  Mereka menyampaikan usai lulus sekolah, siswa tersebut diminta untuk kembali bekerja.  (*/nus)

Publikasi Kaltim Post, 5 Desember 2015, hal. 39