14 Mei 2010

Laporan LKS SMK Nasional XVIII 2010 di Jakarta

LKS (Lomba Kompetensi Siswa) SMK se-Indonesia tahun 2010 dibuka tadi malam pukul 08.00 WIB di Arena PRJ (Pekan Raya Jakarta) oleh Wakil Menteri Pendidikan Nasional Bp. Fasli Jalal. Technical Meeting dilaksanakan pukul 15.00 WIB. Satu-satunya wakil SMK TI Airlangga Samarinda tahun ini adalah Adi Saputra dalam bidang lomba IT/Software Application yang didampingi oleh Tina Triwulansari, S.Kom. Lihat wakil-wakil lain dari Kalimantan Timur, serta berita tentang LKS lainnya. Mohon doa semoga kita sukses meneruskan tradisi SMK TI Airlangga masuk 5 besar LKS nasional sejak tahun 2004. Amin.


Update hari pertama:

Kegiatan lomba dipusatkan di PRJ dalam hall besar dimana hampir seluruh mata lomba dipertandingkan di lokasi ini. Antar bidang lomba dipisahkan oleh sekat setinggi dada orang dewasa sehingga proses lomba berlangsung transparan dan dapat diamati langsung oleh para pembimbing dan penonton.

Laporan langsung dari Ibu Tina di lapangan, peserta lomba IT/Software Application berjumlah 18 orang, Animasi 22 orang, Network Support 31 peserta, Web Design 27 peserta, dan Graphics Design 18 peserta. Persaingan sangat ketat karena sebagian besar provinsi mengirimkan wakilnya.

Berita lengkap dari BIP NewsRoom Kementerian Kominfo:

WAMENDIKNAS: LKS SMK TUMBUHKAN SEMANGAT BERWIRAUSAHA

Jakarta, 13/5/2010 (Kominfo-Newsroom) - Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS SMK) 2010 diharapkan menjadi momentum lahirnya wirausahawan-wirausahawan muda, karena melalui ajang itu, para siswa SMK berlatih keras untuk menjadi yang terbaik dan memperlihatkan hasil karya anak bangsa yang kualitasnya tak kalah dibandingkan karya bangsa lain.

”Saya mengetahui persis untuk bisa tampil di ajang LKS SMK ini siswa dan gurunya harus kerja ekstra keras. Sangat penting bagi siswa untuk menyadari bahwa tidak ada sukses tanpa kerja keras,” kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal saat membuka LKS SMK 2010 di Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta, Kamis malam (13/5).

Menurut Fasli, banyak hal yang bisa digali untuk menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan siswa SMK. Misalnya negara Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau bisa dimanfaatkan untuk industri pariwisata.

”Keindahan pantai Indonesia tidak kalah menarik dibanding pantai negara lain. Jika Kanada mampu menjaring wisatawan dunia, kenapa Indonesia tidak? Padahal Indonesia memiliki ribuan pulau dan pantai. Ini seharusnya bisa menjadi daya saing bangsa,” katanya.

Selain itu, katanya, peluang usaha masa depan ada pada pasar industri kreatif. Saat ini, katanya, pendapatan Indonesia dari industri kreatif masih sangat kecil, sekitar tujuh persen setiap tahunnya, karena itu pasar industri kreatif masih sangat terbuka bagi siswa SMK.

”Bidang keahlian di SMK bisa dikembangkan untuk mengisi pasar bagi industri kreatif yang sedang booming di dunia. Jika kita jeli melihat peluang itu, banyak tenaga lulusan SMK yang bisa terserap di dunia kerja,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah daerah bersama-sama mengembangkan potensi daerahnya dengan melibatkan tenaga lulusan SMK, sehingga lulusan SMK tidak lagi meminta pekerjaan, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan untuk peningkatan pendapatan asli daerah.

”Sehingga di masa dating diharapkan tidak terdengar lagi istilah pengangguran terdidik, karena lapangan pekerjaan itu tumbuh subur di setiap daerah,” kataanya yang disambut sekitar 1,500 hadirin yang memadati hall D PRJ Kemayoran, Jakarta.

Sementara itu Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Suyanto dalam kesempatan yang sama mengatakan, LKS SMK 2010 diharapkan menjadi motivasi bagi siswa maupun para guru untuk menjadi lebih berprestasi.

“Apalagi bagi siswa kejuruan ada kompetisi tingkat global bernama World Skills Competition (WSC) dan ASEAN Skills Competition (ASC), demikian juga setiap negara memiliki kompetisi sejenis, seperti LKS SMK di Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan b ahwa kompetisi LKS SMK juga dapat mendorong lembaga-lembaga yang berkiprah dalam pendidikan dan pelatihan tenaga kerja untuk mempersiapkan lulusan yang lebih berkualitas sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

Menurut dia, ajang LKS SMK mendorong peserta tak hanya menguasai kemampuan teknis sebagaimana mengerjakan sesuatu sesuai bidang keahliannya, tetapi perlu dibekali kemampuan generik untuk berkomunikasi secara efektif, berpikir kritis, merancang strategi pemecahan masalah, bekerja dalam kelompok, di samping bekerja mandiri dan toleran terhadap berbagai perbedaan.

”Serta mampu memanfaatkan informasi dan teknologi yang ada untuk memfasilitasi penyelesaian tugas-tugasnya,” kata Suyanto. (T.Ad/ysoel)